Monday, June 3, 2019

Sinopsis Buku "Jokowi: Dari Jualan Kursi Hingga Dua Kali Mendapatkan Kursi"



Judul buku                  : Jokowi
                                      Dari Jualan Kursi Hingga Dua Kali Mendapatkan Kursi
Penulis                         : Zaenuddin HM
Penerbit                       : Ufuk Press
Tahun terbit                 : 2012
Jumlah halaman           : 152 halaman

Apalah arti sebuah nama, kata William Shakespeare, pujangga besar Inggris abad ke-16. Jika ditimbang rasa, Joko Widodo alias Jokowi bukanlah nama yang sangat keren, malah terkesan lokal. Tetapi apalah arti nama tersebut kalau dibandingkan dengan sejumlah prestasinya yang bagus.
Jokowi lahir di Surakarta pada tanggal 21 Juni 1961. Ia anak pertama dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Suhiatmi. Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 6 Solo. Gelar insinyur diraihnya dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada ( UGM ) Yogyakarta pada tahun 1985.
Semasa kuliah, Jokowi terbiasa berambut panjang. Rupanya penampilannya ini tidak lepas dari kecintaannya pada music rock. Waktu SMA, guru dan kepala sekolah bingung untuk menegur, karena Jokowi selalu juara umum. Jokowi akhirnya memangkas rambut gondrongnya sejak ia menikah dengan Iriana, dan kini telah dikaruniai tiga orang anak yakni Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.
Setamat kuliah, Jokowi bekerja di Aceh selama dua tahun. Kariernya bermula dari bekerja sebagai karyawan pengusaha mebel, lalu membuka usaha sendiri di bidang ini dan akhirnya sukses menjadi pengusaha mebel.
Jokowi aktif di organisasi bisnis diantaranya sebagai Pendiri Koperasi Pengembangan Industri Kecil Solo ( 1990 ), Ketua Bidang Pertambangan dan Energi KADIN Surakarta ( 1992-1996 ) dan Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta ( 2002-2007 ). Bisnisnya juga merambah ke mancanegara.
Nama Jokowi bukan berasal dari pemberian keluarganya, tetapi dari pembeli yang berasal dari Prancis. Karena nama Joko sangat banyak. Maka untuk membedakan diberilah nama khusus, Jokowi.
Sebagai pengusaha mebel yang sukses, Jokowi sangat sibuk. Tetapi Jokowi prihatin melihat perkembangan dan pembangunan Kota Solo, maka tergerak hatinya untuk memimpin atau menjadi Walikota Solo.
Singkat cerita, Jokowi pun diusung oleh PDI Perjuangan ( PDIP ) sebagai calon Walikota Solo. Jokowi berpasangan dengan FX Hadi Rudyatmo ( Rudy ). Tidak disangka, Jokowi terpilih sebagai Walikota Solo dan Rudy sebagai wakilnya periode 2005-2010, dengan meraih 99.747 suara.
Duet Jokowi-Rudy sebagai Walikota dan Wakil Walikota terbukti membawa perubahan besar bagi Kota Solo. Contohnya soal pedagang kaki lima dan masalah layanan publik. Tegasnya: Jokowi adalah walikota yang prorakyat, merakyat, dan karena itu dia dicintai rakyatnya.
Dalam Pilkada 2010,  Jokowi dan Rudy kembali menjadi Walikota dan Wakil Walikota periode 2010-2015. Yang menarik, kemenangan mereka di Pilkada kali ini nyaris tanpa kampanye seperti pawai, arak-arakan, dan pengarahan massa. Pada tanggal 29 Juli 2010, pasangan ini dilantik di gedung Balaikota Solo. Sejak menjadi Walikota Solo tahun 2005 dan kembali terpilih di tahun 2010, Jokowi telah melakukan sedikitnya lima terobosan besar dan penting bagi Kota Solo, juga berdampak positif bagi pembangunan di Indonesia.
Terobosan pertama : Sukses Merelokasi PKL Tanpa Penggusuran dan Kerusuhan. Jokowi tidak mau upaya penataan para pedagang kaki lima berakhir dengan kericuhan, bentrok fisik. Jokowi melalukan secara pendekatan dengan cara mengundang para pedagang makan bersama di rumah dinasnya. Setelah acara makan bersama selesai, tidak ada dialog yang membahas tentang kepindahan mereka. Demikian juga undangan makan bersama untuk yang kedua, ketiga, dan selanjutnya. Barulah pada pertemuan ke-54, Jokowi mengutarakan niatnya untuk memindahkan tempat usaha para pedagang kaki lima tersebut. Reaksi para pedagang adalah tak ada seorang pun yang menolak. Hasilnya Warga Solo dapat menikmati jalan yang bersih, indah, dan teratur.
Terobosan kedua : Sukses Menata Pasar Tradisional. Jokowi juga berhasil mengubah pasar-pasar tradisional yang kumuh menjadi pasar tradisional dengan bangunan modern yang bersih dan rapi.
Terobosan ketiga : Sukses Membawa Solo “Go To Internasional.” Slogan Solo, The Spirit of Java dibawah kepemimpinan Jokowi benar-benar terwujud. Melalui berbagai program pariwisata dan pertukaran budaya, Solo berhasil “Go Internasional” alias masuk dalam pergaulan kota-kota besar di dunia, tanpa kehilangan karakter atau jati dirinya.
Terobosan keempat : Sukses Menjaga Solo Kota Bersih dari Korupsi. Jokowi mereformasikan kinerja lembaga birokrasi khususnya di Solo, agar berjalan baik dan bersih dari korupsi. Jokowi memegang teguh prinsip “Jika bisa dipermudah, kenapa mesti dipersulit, jika bisa dipercepat, kenapa mesti diperlambat.” Prinsip inilah yang diyakininya akan menutup serapat mungkin celah-celah terjadinya korupsi berupa suap, sogokan, atau pungutan liar dalam melayani masyarakat.
Terobosan kelima : Sukses Membangkitkan Industry Otomotif  Dalam Negeri. Terobosan paling fenomenal yang dilakukan Jokowi adalah mengganti mobil dinasnya, Toyota Camry, dengan mobil rakitan siswa SMK Negeri 2 Solo. Peristiwa ini menjadi berita besar di media-media online dan televisi. Pengamat politik, Kristiadi mengatakan, Jokowi ingin membuka mata pejabat lain agar sadar bahwa mereka masih bersandar pada kemewahan.
Jokowi bekerja sepenuh hati untuk mengabdi, khususnya kepada warga Solo. Ia tidak punya kepentingan apapun misalnya untuk meraih jabatan atau memperkaya diri. Buktinya, ia tidak pernah meminta kenaikan gaji sebagaimana banyak pejabat pemerintah yang mengeluh gajinya kecil. Bahkan Jokowi selama menjadi Walikota Solo tidak pernah mengambil gajinya yang sekitar Rp6,5 juta perbulan. Menurutnya, uang tersebut lebih baik untuk mereka yang lebih membutuhkan.
Keberhasilan Jokowi sebagai Walikota Solo ternyata sejalan dengan hasil riset panjang mengenai kesuksesan seseorang yang pernah dilakukan Richard St. John, yang kemudian dipublikasikannya lewat buku berjudul 8 sifat untuk sukses : To Be Great. Kedelapan sifat itu antara lain :
1.      Passion : orang-orang sukses mencintai pekerjaan mereka.
2.      Kerja : orang-orang sukses bekerja sangat keras.
3.      Fokus : orang-orang sukses fokus pada satu hal, bukan semua hal.
4.      Motivasi : orang-orang sukses selalu memacu diri mereka sendiri.
5.      Ide : orang-orang sukses menghasilkan ide-ide yang bagus.
6.      Pengembangan Diri : orang-orang sukses terus mengembangkan dirinya.
7.      Melayani : orang-orang sukses melayani orang lain dengan nilai.
8.      Tekun : orang-orang sukses tahan banting menghadapi waktu, kegagalan,dan kemalangan.
Sejak pamornya mencuat ketingkat nasional, nama Jokowi sempat disebut-sebut kandidat calon Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Jokowi sendiri merasa heran, sebab ia tidak pernah menyatakan ingin mencalonkan diri. PDI Perjuangan yang menjadi kendaraan politiknya di Pilkada Kota Solo pun belum pernah secara resmi mengusung Jokowi untuk memimpin Jakarta.
Bagi Jokowi, Jakarta adalah kota yang sangat menantang. Berbekal pengalaman mengunjungi serta mengamati kota-kota besar dan modern di mancanegara, ia optimis mampu menerapkan pengalamannya itu untuk membangun ibukota.
Gebrakan Jokowi dalam banyak hal, apalagi ketika ia sebagai pejabat pemerintah, dengan berani memilih mobil buatan lokal sebagai kendaraan dinasnya, begitu menarik atensi dan simpati publik. Lantas, banyak kalangan ingin Jokowi menjadi presiden. Maka muncullah wacana : Jokowi layak menjadi calon Presiden 2014. Lantas, apa jawaban Jokowi menanggapi semua wacana dan usulan agar dirinya diusung jadi Capres 2014? Seperti biasa, dengan rendah hati, Jokowi menjawab “Saya tidak ada potongan menjadi presiden.” Setiap pengabdian pasti ada ganjarannya, itu teori kepemimpinan. Sosok seperti Jokowi mengundang decak kagum sekaligus simpati serta dukungan masyarakat Solo. Secara perlahan-lahan kekaguman tersebut akan meluas ke tingkat Provinsi Jawa Tengah, lalu ke tingkat Nasional. Jika ia tetap mempertahankan integritas dan loyalitasnya kepada pekerjaan yang mulia itu, yakni mengabdi kepada masyarakat, Jokowi bisa menjadi salah satu figur yang mampu memimpin bangsa dan negara ini.

No comments:

Post a Comment