Showing posts with label Saraf. Show all posts
Showing posts with label Saraf. Show all posts

Monday, June 3, 2019

Gangguan pada Sistem Saraf


1)      Meningitis
Meningitis adalah peradangan yang terjadu pada minengen yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Meningitis terkadang sulit dikenali karena penyakit ni memiliki gejala awal seperti flu, demam, dan sakit kepala.
Gejala :
·         Demam dan menggigil, terutama pada bayi baru lahir dan anak-anak
·         Perubahan kondisi mental seperti kebingungan, linglung
·         Mual dan muntah
·         Sensitif terhadap cahaya silau (photophobia)
·         Sakit kepala parah
·         Leher kaku (kaku kuduk)
·         Sering pingsan

2)      Neuritis
Neuritis optik adalah peradangan pada saraf mata, di mana saraf kehilangan lapisan pelindungnya yang disebut myelin. Tanpa adanya myelin, sinyal visual tidak dapat terkirim dengan baik ke otak sehingga terjadi gangguan pada penglihatan, seperti pandangan mata kabur atau buram.
Neuritis optik dapat menyerang baik orang dewasa maupun anak-anak. Namun kelainan ini paling sering ditemukan pada wanita usia antara 20 hingga 40 tahun.
Pada umumnya neuritis optik dapat sembuh sempurna setelah pengobatan, walaupun pada sebagian kecil kasus terdapat gangguan penglihatan yang menetap, misalnya buta senja atau buta warna. misalnya buta senja atau buta warna. Dan pada penderita multiple sclerosis, adanya kenaikan suhu dapat mencetuskan kembali gejala neuritis optik, misalnya ketika mandi air hangat, olahraga, demam, atau ketika akan flu.
Gejala :
·         Penglihatan menurun.
·         Berkurangnya kemampuan untuk melihat perbedaan warna.
·         Ruang pandang menyempit, bayangan pada bagian tepi tidak terlihat jelas.
·         Nyeri pada mata, terutama saat bola mata digerakkan.
·         Kebutaan (jarang terjadi).

3)      Gegar Otak
Gegar otak adalah luka pada otak yang disebabkan oleh benturan eksternal, seperti jika kepala Anda terbentur benda fisik atau dengan kepala orang lain. Gegar otak dapat menyebabkan linglung dan hilang kesadaran. Kondisi ini juga dapat menyebabkan hilang ingatan (amnesia) akan peristiwa yang terjadi sebelum maupun setelah benturan terjadi.
Gegar otak adalah bentuk halus dari cedera otak karena penyakit ini tidak merusak tempurung kepala dan dapat sembuh dengan cepat.
Gegar otak adalah kecelakaan yang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, mereka yang paling rentan mengalami gegar otak adalah atlet. Terutama atlet yang melakukan kegiatan olahraga kontak dengan risiko benturan tinggi seperti sepak bola, baseball, basket, tinju, ataupun pekerja bangunan yang tidak mengunakan alat keselamatan. Anda bisa mengurangi kemungkinan terkena gangguan ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Gejala :
·         Tidak sadar sementara waktu
·         Kehilangan ingatan jangka pendek
·         Pusing
·         Sakit kepala
·         Linglung
·         Tidak dapat mengendalikan tubuh atau gangguan keseimbangan
·         Mual dan muntah
·         Tidak dapat berkonsentrasi

4)      Amnesia
Amnesia atau hilang ingatan adalah gangguan yang menyebabkan seseorang tidak bisa mengingat informasi, pengalaman, atau kejadian yang pernah dialami. Selain itu, penderita amnesia juga akan kesulitan dalam membentuk ingatan baru.
Amnesia dapat terjadi tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Kondisi ini bisa menjadi gejala dari suatu masalah kesehatan yang lebih serius. Amnesia sering dikaitkan dengan demensia, yaitu sebuah kondisi yang juga mengganggu daya ingat. Namun, keduanya sebenarnya berbeda. Demensia menyebabkan penurunan fungsi koginitif, dan hal tersebut tidak terjadi pada amnesia.
Berdasarkan gejala yang ditimbulkan, amnesia dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu:
·         Amnesia anterograde . Saat mengalami kondisi ini, penderita sulit membentuk ingatan baru. Gangguan ini dapat bersifat sementara atau permanen.
·         Amnesia retrograde, yaitu jenis amnesia yang menyebabkan penderitanya tidak bisa mengingat informasi atau kejadian yang lalu. Gangguan ini cenderung mempengaruhi ingatan yang baru terbentuk. Sedangkan pada ingatan lama, seperti kenangan masa kecil, gangguannya muncul lebih lambat.
Pada beberapa kasus, penderita amnesia juga dapat mengalami ingatan palsu (konfabulasi), yaitu suatu ingatan yang terbentuk karena karangan atau berdasarkan  kejadian sebenarnya, namun ditempatkan dalam waktu yang salah. Gejala lainnya dari amnesia adalah disorientasi atau kebingungan.

5)      Parkinson
Penyakit Parkinson adalah gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem saraf. Parkinson adalah penyakit yang memengaruhi sistem saraf pada otak yang memproduksi dopamin.
Penyakit Parkinson menyebabkan degeneratif saraf pusat terutama otak sehingga terjadi ketidakseimbangan neurotransmiter di otak dan menyebabkan seseorang akan terkena tremor atau kekakuan dalam pergerakan tubuh.
Pada dasarnya, seseorang yang telah mengalami penyakit Parkinson tidak bisa lagi disembuhkan secara total. Namun, penanganan serius dan berkala oleh dokter bisa membantu mengendalikan pergerakan tubuh penderita Parkinson agar tetap dapat beraktivitas.
Gejala :
·         Tremor
·         Bradikinesia atau gerakan melambat
·         Otot kaku
·         Gangguan keseimbangan dan postur tubuh
·         Masalah bicara
·         Perubahan penulisan

Rangkuman Sistem Saraf Pusat


Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak terletak di dalam tulang tengkorak dan sumsum tulang belakang berada di dalam ruas – ruas tulang belakang. Otak dan sumsum tulang belakang memiliki tersusun atas 3 substansi pokok, yaitu substansi grissea (terdiri atas badan – badan sel dan kumpulan sinapsis sel – sel saraf yang membentuk substansi kelabu), substansi alba (terdiri atas serabut – serabut saraf bermielin yang membentuk substansi putih), dan sel – sel neuroglia (jaringan ikat di substansi sel – sel saraf). Perbedaan otak dengan sumsum tulang belakang adalah letak substansi kelabu dan putih. Pada otak, substansi kelabu terletak di luar dan substansi putih terletak di belakang, sedangkan pada sumsum tulang belakang sebaliknya.

Otak

Bertekstur lunak, dilindungi oleh tulang tengkorak. Otak dikelilingi oleh cairan serebrospinal (dihasilkan oleh ventrikel yaitu ruang di dalam otak) yang berfungsi untuk melindungi otak dari guncangan. Otak memiliki 3 lapisan membran yang disebut meninges, terdiri atas dura meter, araknoid, dan pia meter (dari luar ke dalam). Di otak terdapat banyak pembuluh darah sebagai pemasok oksigen. Otak terdiri atas 100 ribu miliar sel – sel saraf.

Fungsi otak:
·         Menerima rangsang sensor dari dalam dan luar tubuh.
·         Memproses dan mengatur tanggapan terhadap rangsang.
·         Mempertahankan aktivitas atau gerak yang tidak kita sadari, misalnya detak jantung.
·         Memprakarsai aktivitas yang kita sadari, misalnya berjalan.
·         Penalaran, pengetahuan, dan daya ingat.

Otak terdiri atas 3 bagian, yaitu 
      Otak depan
Pada orang dewasa terdiri atas 2 belahan otak besar (serebrum), yaitu kiri dan kanan serta hipotalamus yang dijembatani oleh korpus kalosum (serabut saraf). Tiap belahan otak dibagi menjadi 4 lobus, yaitu lobus frontal, lobus temporal, lobus parietal, dan lobus okspital. Otak besar diselubungi oleh korteks otak besar yang tersusun dari substansi kelabu. Lapisan korteks memiliki banyak lipatan yang memperluas permukaannya hingga 40%.
Otak besar merupakan pusat pengaturan kegiatan sadar. Belahan kanan otak besar mengatur kegiatan tubuh bagian kiri dan belahan kiri mengatur kegiatan tubuh bagian kanan. Hal tersebut dikarenakan serabut saraf melintas dari satu sisi ke sisi lainnya pada bagian atas sumsum tulang belakang. Belahan kiri otak besar bertanggung jawab terhadap kemampuan matematika dan berbicara, sedangkan otak kanan bertanggung jawab terhadap kemampuan bermusik dan artistik.
Otak besar mengatur aktivitas yang berkaitan dengan kecerdasan, daya ingat, serta kesadaran. Di dalam otak besar terdapat 3 daerah pengaturan yaitu:
·         Daerah sensori: penerima rangsang.
·         Daerah motor: mengatur gerak.
·   Daerah pikiran : berperan dalam proses belajar dan berpikir, seperti mengingat, berbicara, kreativitas, serta menganalisis.
Hipotalamus adalah pusat pengendalian sistem saraf otonom yang mengatur tekanan darah, laju detak jantung, laju pernapasan, ukuran pupil, proses pencernaan, dan suhu tubuh dan osmoregulasi. Fungsi lainnya adalah refleks makan (rasa lapar), refleks minum (rasa haus), menentukan pola tidur dan bangun, serta pengatur tingkah laku agresif dan reproduksi. Hipotalamus merupakan penghubung sistem saraf dan sistem endokrin.

Otak tengah
Merupakan pusat pengatur refleks pendengaran (pergerakan kepala untuk menemukan suara) dan pusat pengaturan reflex penglihatan yang meliputi pemfokusan objek (pelebaran dan penyempitan pupil serta perubahan lensa mata).  Tempat sistem pengaktifan retikuler, yaitu kelompok sel saraf yang membangkitkan otak dan mempertahankan kesadaran dan membantu otak belakang dalam menerima informasi. Pada saat sistem pengaktifan retikular tidak aktif, tubuh dan otak berada pada tahap tidur yang berfungsi untuk mencegah kelelahan pada sistem saraf.

Otak belakang
         Terdiri atas otak kecil/serebelum, jembatan varol/pons varolii, dan sumsum lanjutan/medulla oblongata. Otak kecil ini dibagi menjadi dua, yaitu kanan dan kiri. Otak kecil berfungsi untuk mengatur keseimbangan serta posisi tubuh, dan bersama otak besar, otak kecil  juga mengatur kerak otot secara sadar.
             Jembatan varol terdiri atas serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kanan dan kiri, serta serabut saraf yang menghubungkan otak besar dan sumsum lanjutan. Jembatan varol juga merupakan pusat pengiriman rangsang ke otak kecil.
             Sumsum lanjutan berperan dalam menghantarkan rangsang dari sumsum tulang belakang ke otak. Di dalamnya terdapat pusat pengendalian system saraf tepi yang berperan mengatur laju detak jantung, pernapasan, tekanan darah, penelanan, pembentukan saliva, pemuntahan, serta mengatur gerak refleks.

Sumsum tulang belakang

               Terdiri atas substansi kelabu dan putih. Substansi kelabu terletak di bagian dalam dan berisi sel saraf konektor yang tidak bermielin. Sel saraf konektor tersebut mengirimkan informasi dari sumsum tulang belakang ke serabut saraf spinal, atau sebaliknya. Penampang substansi kelabu berbentuk seperti huruf H. lalu substansi putih yang terletak dibagian luar tersusun atas serabut-serabut saraf/akson bermielin. Akson bermielin itu mengirimkan informasi dari sumsum tulang belakang menuju otak atau sebaliknya.
               Sumsum tulang belakang dilindungi oleh tiga lapis membran, di bagian tengah sumsum tulang belakang, di antara membran dalam dan membran tengah terdapat saluran tengah yang berisi cairan serebrospinal. Cairan tersebut berfungsi sebagai pemasok makanan bagi sumsum tulang belakang dan berperan sebagai peredam goncangan. Saraf spinal dibagi menjadi sel sel saraf sensori dan saraf motor. Sel sel saraf sensori masuk ke sumsum tulang belakang melalui akar dorsal, sedangkan saraf motor meninggalkan sumsum tulang belakang melalui akar ventral. Pada akar dorsal terdapat pembengkakan yang dinamakan ganglion akar dorsal yang berisis badan badan sel saraf sensori.
Sumsum tulang belakang berhubungan dengan:
·         Gerak reflex struktur tubuh dibawah leher.
·         Menghantarkan rangsang sensori dari reseptor.
·         Membawa rangsang motor dari otak ke efektor.

Rangkuman Sistem Saraf Tepi


Sistem saraf tepi dapat dibagi menjadi dua bagian di antaranya sistem saraf kranial dan sistem saraf otonom. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai sistem saraf kranial dan sistem saraf otonom, yaitu:
1.      Sistem Saraf Kranial
Sistem saraf kranial merupakan saraf yang berfungsi untuk mengatur semua gerakan yang dilakukan secara sadar. Dapat diartikan bahwa sistem saraf kranial bekerja di bawah kendali kesadaran diri manusia, misal pada saat tangan dengan sengaja ingin mengambil buku di meja, dan sebagainya. Berdasarkan karakteristiknya sistem saraf sadar dibedakan menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf kepala dan sistem saraf tulang belakang. Sistem saraf kepala dapat terbentuk dikarenakan terdapatnya 12 pasang saraf yang berasal dari struktur otak. Dengan demikian sistem saraf kepala memiliki hubungan terhadap bagian reseptor dan bagian efektor di sekitar kepala manusia.
2.      Sistem Saraf Otonom
Sistem saraf otonom pada umumnya dikenal dengan istilah sistem saraf yang bekerja pada keadaan tidak sadar. Oleh sebab itu seseorang dapat bertindak secara refleks atau otomatis tanpa adanya kode dari bagian saraf pusat. Adapun contoh gerak dari sistem saraf otonom ini meliputi gerak denyut jantung, gerak alat pencernaan, dan proses ekskresi keringat.
Sistem saraf otonom tersusun dari saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik. Perbedaan dari saraf simpatetik dengan saraf parasimpatetik ini terletak pada struktur posisi ganglionnya. Saraf simpatetik memiliki ganglion yang dapat ditemukan di sepanjang tulang punggung yang melekat pada permukaan dari bagian sumsum tulang belakang. Oleh sebab itu saraf simpatetik memiliki banyak sekali serabut preganglion yang berukuran pendek serta terdapat serabut postganglion yang cukup panjang. Kebalikan dari saraf simpatetik bahwa pada saraf parasimpatetik memiliki serabut praganglion yang berukuran panjang. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya ganglion yang menempel dengan langsung pada salah satu organ yang didukung oleh efektor dan memiliki serabut postganglion berukuran pendek. Adapun serabut praganglion tersebut berasal dari bagian saraf yang keluar langsung dari ganglion itu sendiri.

Rangkuman Penghantaran Impuls


Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf
Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut saraf (akson) terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. Pada waktu sel saraf beristirahat, kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. Bila impuls telah lewat maka untuk sementara serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls, karena terjadi perubahan potensial kembali seperti semula (potensial istirahat). Untuk berfungsi kembali, diperlukan waktu 1/500 sampai 1/1000 detik. Energi yang digunakan berasal dari hasil penafsiran sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf. Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. Tetapi, bila kekuatannya di atas ambang, maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung akson. Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu daripada impuls yang lemah.

Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis
Sistem saraf pada umumnya terdiri atas neuron-neuron individual yang tidak saling berhubungan. Hal ini memerlukan suatu mekanisme untuk menyalurkan pesan neural dari akson satu neuron ke dendrit atau badan sel neuron berikutnya, atau pada sambungan neuromuskular ke otot. Hubungan antara akson dari satu neuron dengan dendrit akson berikutnya disebut sinaps yang berasal dari bahasa yunani yang berarti hubungan. Pada sebagian besar sinaps terdapat celah selebar 20 nm yang memisahkan kedua membran plasma, impuls diteruskan melalui celah ini dengan transmiter zat kimiawi khusus yang disebut neurotransmiter. 
Ada berbagai macam neurotransmiter, antara lain: asetilkolin yang terdapat di sinapsis seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik, dopamin dan serotonin terdapat di otak. Zat kimia ini disalurkan dari akson ke dendrit dengan cara difusi sederhana. Dekatnya jarak yang harus dilalui dan cepatnya difusi, menyebabkan cepatnya transmisi yang terjadi pada sinaps. Secara fungsional sinaps sangat penting karena merupakan titik tempat diaturnya arus impuls yang melalui susunan saraf. Tidak semua impuls yang tiba di sinaps diteruskan ke neuron berikutnya. Dengan mengatur jalannya impuls melalui sistem saraf, sinaps menentukan respon manusia terhadap suatu rangsangan khusus. Sehingga sinaps merupakan “sakelar” dari sistem saraf.

Rangkuman Neuron


Dendrit
            Dendrit adalah cabang yang ada di badan sel syaraf. Bentuk dari dendrit ini berupa sitoplasma yang menonjol memiliki ukuran pendek dan juga bercabang. Sitoplasma sendiri adalah bagian sel yang dibungkus oleh membrane sel. Pembentuk sitoplasma terdiri atas sitosol dan organel. Neuron memiliki beberapa dendrit. Dendrit sendiri berasal dari kata Yunani yang artinya adalah pohon. Fungsi dari dendrit sendiri adalah menerima rangsangan .
Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan dendrit :
1.      Struktur Dendrit – Dendrit memiliki ukuran yang pendek dan juga memiliki cabang. Dendrit yang ada di syaraf manusia bisa tumbuh dan bisa tercabut dari badan sel syaraf pusat. Sel syaraf pusat terdiri dari banyak dendrit.
2.      Sifat Rangsangan Pada Dendrit – Struktur dendrit dan cabang pada dendrit bisa berpengaruh terhadap penerimaan rangsangan yang dikirimkan sel syaraf. Berubahnya tegangan di lokasi tertentu pada dendrit disebabkan oleh berubahnya tegangan di membran sel. Ada berbagai zat yang bisa berpengaruh terhadap penerimaan ragsangan yang dihasilkan oleh sel syaraf lain. Protein yang ada di dalam tubuh manusia bisa berpengaruh terhadap penerimaan rangsangan, selain itu kandungan sodium, kalium dan juga kalsium juga berpengaruh terhadap penerimaan rangsangan oleh dendrit.  Selain berpengaruh terhadap rangsangan, zat itu juga bisa berpengaruh terhadap lamanya rangsangan yang diterima.
Badan Sel
            Badan utama dari sel syaraf adalah badan sel. Badan sel merupakan badan inti dari sel syaraf dimana di dalam badan sel tersebut terdapat bagian-bagian yang umumnya dimiliki oleh sel hewan. Di dalam badan sel terdapat sitoplasma, nukleus atau inti sel dan juga nukleolus atau anak inti sel. Fungsi utama dari badan sel adalah menerima rangsangan atau impuls yang diberikan oleh dendrit kemudian badan sel akan meneruskannya ke neurit atau akson.
Inti Sel
            Inti sel pada neuron atau sel syaraf disebut dengan nukleus sel. Nukleus adalah inti sel syaraf yang memiliki fungsi untuk memberikan pengaturan terhadap kegiatan sel syaraf pada tubuh manusia. Inti sel tersebut juga memiliki peran dalam pembentukan DNA dan kromoson sehingga secara tidak langsung nukleus berperan dalam mengatur sifat yang dimiliki oleh keturunan sel tersebut. Pada biasanya sel syaraf hanya memiliki satu inti sel saja, namun di dalam tubuh manusia ada bagian tubuh yang memiliki lebih dari satu inti sel. Bagian tubuh manusia itu adalah sel parenkim yang ada di hati dan juga sel yang ada di otot jantung. Ada juga sel di dalam tubuh yang tidak memiliki inti sel, bagian sel itu adalah sel eritrosit dan juga sel trombosit.
Penyusun inti sel terdapat tiga bagian yaitu sebagai berikut:
1.      Membran inti. Inti sel diselubungi dengan membran inti. Secar garis besar, membran inti terdiri dari tiga macam bagian yaitu membran bagian luar, membran bagian dalam dan yang terakhir adalah ruang perinuklear.
2.      Nukleoplasma. Nukleoplasma merupakan ciaran yang berwujud transparan dan juga bersifat kental. Di dalam nukleoplasma tedapat benang kromatin, granula, nukleoprotein dan juga berbagai senyawa kimia yang kompleks. Ketika inti sel melakukan pembelahan sel, benang kromatin akan memendek dan juga menebal sehingga dia bisa menyerap kromosom. Benang kromatin terdiri atas DNA dan juga protein. DNA adalah informasi yang menjelaskan tentang kehidupan si pemilik DNA.
3.      Kromosom. Di dalam inti sel terdapat banyak DNA dan juga gen. Gen dan DNA tersebut bisa membentuk struktur kromosom. Di dalam sel manusia terdapat DNA yang panjangnya sampai 2 meter. Benang kromatin merupakan penyerap kromosom di dalam inti sel. Benang kromatin sendiri dibedakan menjadi dua macam yaitu eukromatin dan juga heterokromatin. Untuk pembentuk DNA yang sederhana, eukromatin akan bekerja. Sedangkan untuk pembentuk DNA yang lebih kompleks atau rumit, heterokromatinlah yang akan bekerja.
4.      Nukleolus. Nukleolus lebih dikenal dengan anak inti. Nukleolus merupakan noda yang bentuknya tebal di dalam inti sel. Anak inti tidak dikelilingi oleh selaput membran. Penyusun nukleolus adalah fosfoproterin, orthosfat, DNA dan enzim.
Neurit
             Neurit disebut juga dengan akson. Neurit merupakan sel syaraf yang memiliki ukuran paling panjang. Neurit memiliki penjuluran dari sitoplasma ke badan sel. Pada dasarnya neurit sama dengan dendrit, yang membedakan adalah neurit memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih panjang dari dendrit. Jumlah neurit sendiri lebih sedikit dibandingkan dengan dendrit. Neurit berjumlah satu sedangkan dendrit jumlahnya banyak di sepanjang sel syaraf manusia. Pada neurit ada benang-benang halus yang dinamakan neurofibril. Fungsi akson atau neurit itu adalah sebagai penghantar rangsangan dari badan sel menuju ke bagian efektor, bagian efektor itu adalah kelenjar dan juga otot. Diameter neurit adalah beberapa mikromoeter, sedangkan panjang neurit bisa mencapai 2 meter. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan neurit yang ada di neuron:
            Struktur Akson Atau Neurit – Sama halnya dengan bagian neuron lainnya, akson memiliki struktur. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan struktur akson: Struktur akson tersebut adalah memanjang dari bagian badan sel sampai ke bagian sinapsis atau ujung terminal. Jikan dilihat akson ini akan seperti ekor yang melekat pada neuron. Ukuran akson yang besar bisa mempercepat proses pengiriman rangsangan.
           Ada beberapa bagian akson yang tertutupi dengan lemak, lemak tersebut disebut dengan selubung mielin. Tidak semua akson tertutupi dengan selubung mielin, padahal selubung mielin memiliki keuntungan bagi si akson tersebut, keuntungannya adalah akson yang terselubungi dengan lemak bernama selubung mielin pengiriman rangsangannya lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak terselubungi dengan selubung mielin.
            Akson pada umumnya tersambung dengan dendrit, selain itu akson juga bisa tersambung dengan badan sel. Beberapa akson pun juga akan memiliki ketersambungan satu sama lain. Akson panjangnya bisa mencapai ukuran satu meter. Ukuran akson yang paling panjang ada pada bagian syaraf sciatic, pada syaraf tersebut akson akan memanjang dari tulang belakang bagian pangkal sampai dengan ibu jari bagian kaki. Ukuran akson terpendek ada yang hanya berukuran satu millimeter.
            Diameter akson pada tubuh hewan mamalia sekitar 1-20 mikrometer. Akson pada hewan cumi-cumi memiliki panjang sampai dengan 1 milimeter. Bentuk akson berbeda dengan bentuk dendrit. Bentuk akson adalah silinder, untuk dendrit sendiri bentuknya meruncing dan memiliki cabang-cabang.
            Tugas akson berbeda dengan tugas dendrit. Tugas akson adalah mengirimkan rangsangan sedangkan tugas dendrit adalah yang menerima rangsangan tersebut. Akson memiliki ketebalan lebih dibandingkan dengan dendrit.
            Fungsi Akson Di Dalam Otak – Fungsi utama akson adalah untuk mengirimkan sinyal yang dikirimkan oleh dendrit. Namun di dalam otak, akson memiliki tugas untuk mengirimkan rangsangan dalam jumlah yang besar-besaran. Fungsi akson yang lainnya adalah meningkatkan pengiriman rangsangan melalui selubung mielin yang melekat pada akson tersebut.
Selubung Mielin
Telah dibahas sebelumnya jika selubung mielin merupakan lemak yang membungkus neurit atau akson. Selubung mielin memiliki lemak yang terbentuk atas segmen-segmen. Lekukan yang ada di antara dua segmen tersebut disebut dengan nodus ranvier. Jika selubung mielin menyelubungi neurit, maka selubung mielin juga diselubungi dengan sel schwann. Selubung mielin diproduksi oleh sel bernama glial. Fungsi utama dari selubung mielin adalah sebagai pelindung bagi neurit agar tidak mengalami kerusakan dan mencegah rangsangan menjadi bocor. Jika dilihat, selubung mielin tersebut mirip kabel yang melindungi tembaga kabel di dalam kabel listrik. Pada manusia, selubung mielin tersebut akan terlihat saat janin berusia 14 minggu.
Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan selubung mielin:
1.      Struktur Selubung Mielin – Selubung mielin memiliki bentuk seperti kabel yang berfungsi sebagai isolator yang membungkus tembaga listrik dalam kabel listrik, selubung mielin juga terlihat seperti sosis yang membungkus akson. Dalam selubung mielin akan ditemukan celah dengan jarak 1 milimeter. Jarak itu juga seperti lekukan yang ada di antara lekukan segmen lemak. Jarak itu dinamakan nodus ranvier. Hewan dengan jenis imvertebrata tidak memiliki selubung mielin. (baca : hewan vertebrata dan invertebrata)
2.      Penyusun Selubung Mielin – Sama halnya dengan bagian-bagian sel neuron lainnya, selubung mielin juga ada komposisi penyusunnya. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan komponen atau penyusun selubung mielin:
             Fungsi Selubung Mielin – Selubung mielin yang ada pada neurit memiliki fungsi. Fungsi utamanya adalah untuk mempercepat sampainya rangsangan. Akson yang tidak dilengkapi dengan selubung mielin pergerakan rangsangannya bisa seperti gelombang. Rangsangan itu bisa melompati selubung mielin dengan kecepatan sekitar 12 meter per detik. Selubung mielin itu bisa mencegah rangsangan keluar dari akson.
Sel Schwann
Sel Schwann merupakan sel yang menjadi pembungkus selubung mielin. Sel Schwann memiliki fungsi untuk menghasilkan lemak berkali-kali hingga terbentuklah selubung mielin. Fungsi dari sel schwann sendiri adalah untuk mempercepat pergerakan rangsangan, membantu dalam menyediakan persediaan makanan untuk akson dan juga membantu neurit dalam melakukan regenerasi.
Nodus Ranvier
Nodus ranvier merupakan lekukan-lekukan diantara segmen selubung mielin. Sehingga bisa dikatakan jika nodus ranvier adalah akson yang tidak terselubungi dengan selubung mielin. Fungsi utama dari nodus ranvier adalah sebagai batu loncatan untuk percepatan pergerakan rangsangan ke otak maupun dari sebaliknya. Struktur dari nodus ranvier ini adalah nodus ranvier memiliki diameter 1 mikrometer. Adanya nodus ranvier dalam selubung mielin adalah memungkinkan rangsangan bisa meloncat dari satu nodus ke nodus lainnya sehingga rangsangan bisa cepat sampai tujuan..
Sinapsis
Sinapsis merupakan titik pertemuan terminal akson di salah satu syaraf pusat dengan syaraf pusat yang lain. Pada setiap sinapsis tersebut akan terdapat celah sinapsis. Fungsi sinapsis tersebut adalah sebagai pengiriman impuls atau rangsangan dari neurit ke dendrit pada sel syaraf yang lainnya.